Mazmur 45:12, ”Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!”
Menjadi yang terelok itu adalah kerinduan semua orang karena terelok berarti lebih dari yang terindah dan tercantik. Adapun Tuhan sangat berkenan dengan keelokan gerejaNya, sebagaimana Raja Salomo banyak memuji Sulamit.
Kidung Agung 4:1, ”Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu dibalik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.”
Keelokan yang dinilai oleh Salomo dilihat dari (Kidung Agung4:1-4) :
Mata seperti burung merpati,
Hal yang pertama adalah mata. Mata rohani gereja Tuhan harus selalu memandang betul ke hadapanNya. Amsal 4:25 berkata ”Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka”.
Jadi, pandangan yang tepat yaitu memandang perkara-perkara yang di atas dimana Kristus ada duduknya di sebelah kanan Allah seperti yang dikatakan dalam
Kolose 3:1-3, ”Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang diatas, dimana Kristus ada, duduk disebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang dibumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”
Rambut seperti sekawan kambing di bukit Gilead,
Berikutnya adalah rambut. Rambut berbicara tentang kemuliaan, jangan menjadi seperti Simson yang dengan mudah digoda Delila, hilanglah kemuliaan Allah padanya (Hakim-hakim 16-19). Kehilangan 7 tokong rambut Simson mengakibatkan hilang kuasanya, kedua matanya dicungkil kemudian dirantai dengan tembaga (Tembaga lambang penghukuman). Jangan sampai itu terjadi kepada kita.
Gigi seperti sekawan anak domba yang baru digunting bulunya,
Gigi adalah alat untuk menguyah makanan, kalau gigi rohani kita sehat, kuat maka kita mampu menguyah makanan rohani yang keras sekalipun, karena Titus 1:13 berkata ”Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman,”. Kita harus menjadi dewasa lewat templakan-templakan Firman dan tidak menjadi seperti Jemaat di Korintus. Rasul Paulus berkata ”Susu kuberikan bukannya makanan karena kamu belum tahan sampai sekarang ini kamu belum tahan” (I Korintus 3:1-5). Kalau bayi rohani belum mampu dengan makanan yang keras, demikian juga dengan orang yang sudah lanjut usia, sedangkan Tuhan mau menikah dengan gereja Tuhan yang dewasa rohani demikian seperti yang ditulis dalam Epesus 4:13, ”Sampailah kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,”
Bibir seperti benang kirmizi
Tentang bibir sangat jelas, biarlah kita mengeluarkan perkataan yang menjadi berkat. Kolose 4:6 ”Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu bagaimana harus memberi jawab kepada setiap orang.”
Leher seperti Menara Daud
Yang terakhir adalah leher. Leher adalah penghubung antara kepala dan tubuh, demikian juga antara kita sebagai tubuh rohani harus selalu ada hubungan yang baik dengan kepala yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Kalau hal-hal ini ada pada kita maka kita menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan, elok rohani kita dan pada akhirnya tak bercacat cela.
I Tesalonika 5:23-24, ”Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”
Ayat Kontrol Penglihatan :
Ester 2:12 ”Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap Raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian; enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.”


No comments:
Post a Comment