October 19, 2008

Menjadi Elok di Mata Tuhan


Bertumbuh Dalam Yesus

Mazmur 45:12, ”Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!”

Menjadi yang terelok itu adalah kerinduan semua orang karena terelok berarti lebih dari yang terindah dan tercantik. Adapun Tuhan sangat berkenan dengan keelokan gerejaNya, sebagaimana Raja Salomo banyak memuji Sulamit.

Kidung Agung 4:1, ”Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu dibalik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.”

Keelokan yang dinilai oleh Salomo dilihat dari (Kidung Agung4:1-4) :

  1. Mata seperti burung merpati,

Hal yang pertama adalah mata. Mata rohani gereja Tuhan harus selalu memandang betul ke hadapanNya. Amsal 4:25 berkata ”Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka”.

Jadi, pandangan yang tepat yaitu memandang perkara-perkara yang di atas dimana Kristus ada duduknya di sebelah kanan Allah seperti yang dikatakan dalam

Kolose 3:1-3, ”Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang diatas, dimana Kristus ada, duduk disebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang dibumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”

  1. Rambut seperti sekawan kambing di bukit Gilead,

Berikutnya adalah rambut. Rambut berbicara tentang kemuliaan, jangan menjadi seperti Simson yang dengan mudah digoda Delila, hilanglah kemuliaan Allah padanya (Hakim-hakim 16-19). Kehilangan 7 tokong rambut Simson mengakibatkan hilang kuasanya, kedua matanya dicungkil kemudian dirantai dengan tembaga (Tembaga lambang penghukuman). Jangan sampai itu terjadi kepada kita.

  1. Gigi seperti sekawan anak domba yang baru digunting bulunya,

Gigi adalah alat untuk menguyah makanan, kalau gigi rohani kita sehat, kuat maka kita mampu menguyah makanan rohani yang keras sekalipun, karena Titus 1:13 berkata ”Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman,”. Kita harus menjadi dewasa lewat templakan-templakan Firman dan tidak menjadi seperti Jemaat di Korintus. Rasul Paulus berkata ”Susu kuberikan bukannya makanan karena kamu belum tahan sampai sekarang ini kamu belum tahan” (I Korintus 3:1-5). Kalau bayi rohani belum mampu dengan makanan yang keras, demikian juga dengan orang yang sudah lanjut usia, sedangkan Tuhan mau menikah dengan gereja Tuhan yang dewasa rohani demikian seperti yang ditulis dalam Epesus 4:13, ”Sampailah kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,”

  1. Bibir seperti benang kirmizi

Tentang bibir sangat jelas, biarlah kita mengeluarkan perkataan yang menjadi berkat. Kolose 4:6 ”Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu bagaimana harus memberi jawab kepada setiap orang.”

  1. Leher seperti Menara Daud

Yang terakhir adalah leher. Leher adalah penghubung antara kepala dan tubuh, demikian juga antara kita sebagai tubuh rohani harus selalu ada hubungan yang baik dengan kepala yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Kalau hal-hal ini ada pada kita maka kita menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan, elok rohani kita dan pada akhirnya tak bercacat cela.

I Tesalonika 5:23-24, ”Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”


Ayat Kontrol Penglihatan :

Ester 2:12 ”Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap Raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian; enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.”

October 12, 2008

Bertumbuh dalam Kristus


Lukas 2 : 52

“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya, dan dikasihi oleh Allah dan manusia”


Yesus itu adalah Allah. Dia telah ada bahkan sebelum dunia ini ada. Dia panggil kita dengan berbagai cara, ada yang diyakinkan dengan Firman Allah, ada dengan pujian, ada karena sakit, namun prosesnya bermuara pada sebuah pertumbuhan rohani.


Keluaran 23:25, “Tetapi kamu harus beribadah kepada Tuhan Allahmu, maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.”

I Timotius 6:6, “Memang ibadah itu kalau disertai dengan rasa yang cukup, memberi keuntungan yang besar.”


Dengan beribadah maka terjadilah pertumbuhan rohani, kalau rohani bertumbuh otomatis jasmani ikut bertumbuh.

Patokannya adalah Firman Allah

Mazmur 119:105, “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Mengapa Firman bukan karunia?

Karena karunia akan bekerja kalau ada dorongan penyerahan dan ketaatan. Tanpa dorongan karunia tidak akan bekerja, namun Yesus semakin hari semakin besar, semakin berkembang dan hal itu tidak disukai oleh imam-imam, orang parisi dan ahli taurat akhir zaman tidak suka.

Bagaimanapun juga kita harus bertumbuh seperti Yesus. Sekarang dengan apa kita dapat mengukur iman kita, kalau tantangan kecil, kita tergeletak berarti iman masih kecil.

Yesus melayani bukan nanti 3,5 tahun mengerjakan pekerjaan Bapa, tapi sejak usia 12 tahun sudah melayani oleh karena keramaian di Yerusalem akhirnya Yusuf dan Maria terpisah dengan Yesus, demikian juga kita oleh karena hirup-pikuk dunia ini kita terpisah dengan Yesus di Yerusalem, di bukit Sion ada seperti yang dikatakan dalam :

I Korintus 14:26, “… yang seorang bermazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.”

Di Yerusalem kita akan mendapat damai (Yerusalem artinya Kota Damai).

Supaya terjadi pertumbuhan, tinggalah di Yerusalem. Tetap sabar, taat dan hidup dalam pergumulan maka pasti kita akan bertumbuh dan berkembang di dalam Yesus.

Our First Post

Puji Syukur kepada Tuhan yang sudah memberikan hikmat kepada setiap anak-anak Tuhan untuk dapat mengembangkan diri dan berbagi informasi lewat dunia internet.Dengan ini pula, kami hadir untuk berbagi berkat bagi semuanya...
Akhirnya, biarlah kita semua menjadi berkat dan
Immanuel Tuhan Beserta Kita