
sehingga dapat mengajar Tuhan?
Tetapi kita ini menaruh kasad Kristus.”
I Korintus 2:12-16
Kasad Krisus adalah pikiran Kristus. Siapakah yang mengetahui Kasad Kristus?
Roma 8:9, “Tetapi kamu ini bukannya di dalam tabiat duniawi, melainkan di dalam Roh, yaitu jikalau Roh Allah ada diam di dalam dirimu, jikalau barang seorang tidak menaruh Roh Kudus, bukannya ia milik Kristus.”
Hanya orang yang menjadi milik Kristus yang dapat mengetahui akan kasad Kristus.
Berbicara tentang apa yang dikatakan Paulus sebenarnya berolak belakang dengan kehidupan Paulus yang awalnya Paulus adalah penganut hukum torat yang tulen yang dahulunya dianggap sebagai keuntungan bagi Paulus. Ternyata hal itu menjadi kerugian karena itu adalah pengalaman untuk Israel yang ternyata gagal dalam hukum torat.
Ibrani 7:18-19, : ”Dengan yang demikian hukum yang dahulu itu dibatalkan dari sebab lemah dan tiada berguna. (karena hukum taurat itu sudah membawa satupun tiada kepada kesempurnaan), tetapi hal itu mendatangkan suatu pengharapan yang lebih baik, yang olehnya itu kita menghampiri Allah.”
Apalagi setelah Paulus kenal dengan hukum Anugrah dan Kebenaran.
Epesus 2:20-22, : ”Dibangunkan di atas alas segala rasul dan nabi-nabi, maka batu penjurunya itulah Kristus Yesus sendiri, maka di dalam Kristus segenap bangunan disusunkan, lalu bertambah-tambah menjadi Rumah Allah yang kudus di dalam Tuhan, di dalamNyalah kamu juga didirikan bersama-bersama menjadi tempat kediaman Allah oleh Roh.”
Berdiri diatas pengajaran rasul-rasul dan nabi-nabi, bahkan Galatia1:11-12 injil yang didapat adalah Wahyu dari Kristus.
Walaupun Paulus katakan, ”aku gemetar menghadapi orang Korintus”. Tapi semuanya penunjukan Roh dan Kuasa Allah sehingga jemaat Korintus bisa bertumbuh dalam iman meskipun prosesnya ada 3 hal
1. Ada orang dunia
Orang duniawi tidak mengenal yang artinya mengiring Tuhan yang hanya memikirkan tentang hidup yang sementara ini.
2. Ada orang rohani yang bertabiat duniawi
Seperti Eutikhus dalam Kisah Rasul-Rasul 20 yang cara hidupnya diawali dengan Roh tapi berakhir dengan hal duniawi seperti tertulis dalam
Galatia 3:3, ”Adakah kamu sebegitu bodoh? Sedang kamu sudah mulai dengan Roh, sekarang kamu hendak menyudahkan atas peri duniawi?”
3. Ada orang rohani
Orang rohani itu rajin, jujur, tulus, kudus dan lain-lain. Kita diproses dengan peri yang rohani oleh kebenaran sehingga bertambah-tambah menjadi sempurna dalam Kristus, mengetahui kasad Kristus dan mengamalkannya.

