November 9, 2008

Kasad Kristus



”.. karena siapakah yang mengetahui kasad Tuhan
sehingga dapat mengajar Tuhan?
Tetapi kita ini menaruh kasad Kristus.”
I Korintus 2:12-16


Kasad Krisus adalah pikiran Kristus. Siapakah yang mengetahui Kasad Kristus?
Roma 8:9, “Tetapi kamu ini bukannya di dalam tabiat duniawi, melainkan di dalam Roh, yaitu jikalau Roh Allah ada diam di dalam dirimu, jikalau barang seorang tidak menaruh Roh Kudus, bukannya ia milik Kristus.”

Hanya orang yang menjadi milik Kristus yang dapat mengetahui akan kasad Kristus.
Berbicara tentang apa yang dikatakan Paulus sebenarnya berolak belakang dengan kehidupan Paulus yang awalnya Paulus adalah penganut hukum torat yang tulen yang dahulunya dianggap sebagai keuntungan bagi Paulus. Ternyata hal itu menjadi kerugian karena itu adalah pengalaman untuk Israel yang ternyata gagal dalam hukum torat.

Ibrani 7:18-19, : ”Dengan yang demikian hukum yang dahulu itu dibatalkan dari sebab lemah dan tiada berguna. (karena hukum taurat itu sudah membawa satupun tiada kepada kesempurnaan), tetapi hal itu mendatangkan suatu pengharapan yang lebih baik, yang olehnya itu kita menghampiri Allah.”

Apalagi setelah Paulus kenal dengan hukum Anugrah dan Kebenaran.

Epesus 2:20-22, : ”Dibangunkan di atas alas segala rasul dan nabi-nabi, maka batu penjurunya itulah Kristus Yesus sendiri, maka di dalam Kristus segenap bangunan disusunkan, lalu bertambah-tambah menjadi Rumah Allah yang kudus di dalam Tuhan, di dalamNyalah kamu juga didirikan bersama-bersama menjadi tempat kediaman Allah oleh Roh.”

Berdiri diatas pengajaran rasul-rasul dan nabi-nabi, bahkan Galatia1:11-12 injil yang didapat adalah Wahyu dari Kristus.
Walaupun Paulus katakan, ”aku gemetar menghadapi orang Korintus”. Tapi semuanya penunjukan Roh dan Kuasa Allah sehingga jemaat Korintus bisa bertumbuh dalam iman meskipun prosesnya ada 3 hal

1. Ada orang dunia
Orang duniawi tidak mengenal yang artinya mengiring Tuhan yang hanya memikirkan tentang hidup yang sementara ini.

2. Ada orang rohani yang bertabiat duniawi
Seperti Eutikhus dalam Kisah Rasul-Rasul 20 yang cara hidupnya diawali dengan Roh tapi berakhir dengan hal duniawi seperti tertulis dalam
Galatia 3:3, ”Adakah kamu sebegitu bodoh? Sedang kamu sudah mulai dengan Roh, sekarang kamu hendak menyudahkan atas peri duniawi?”

3. Ada orang rohani
Orang rohani itu rajin, jujur, tulus, kudus dan lain-lain. Kita diproses dengan peri yang rohani oleh kebenaran sehingga bertambah-tambah menjadi sempurna dalam Kristus, mengetahui kasad Kristus dan mengamalkannya.

November 2, 2008

Seperti Yakub

Kejadian 35:1-3

Yakub adalah salah satu tokoh Alkitab yang luar biasa, dipercayakan sebagai turunan ketiga yang memperoleh perjanjian dan berkat yang besar dari Allah.
Sebenarnya berkat itu untuk abangnya Esaf, tapi itulah Yakub yang artinya Penipu, dengan caranya sendiri akhirnya Yakub mendapatkan hak kesulungan dan perjanjian itu jatuh ditangannya.
Dalam ayat ini Yakub mendapatkan firman harus kembali ke Bait-el. Di Bait-el untuk pertama kalinya Yakub melihat tangga menjulang tinggi sampai ke langit, dan malaikat Tuhan turun naik pada tangga itu. Tempat itu awalnya bernama Luz, tapi tatkala Yakub melihat kemuliaan Tuhan maka digantilah nama tempat itu dengan Bait-el yang artinya Rumah Allah.
Namun Bait-el ini berbeda dengan Bait-el yang disampaikan oleh Nabi Amos dalam

Amos 5 :5, “Tetapi jangan kamu cari Bait-el dan jangan pergi ke Gilgal dan jangan berangkat ke Birsyeba! Karena sesungguhnya orang Gilgal akan dipindahkan dengan tertawan dan Bait-el akan ditiadakan.”

Tuhan mau Yakub harus kembali ke Bait-el yang kudus, demikian juga kita, mari kita kembali ke Bait-el yang kudus karena disana pasti akan ada Kemuliaan Allah, hadiratNya kita rasakan sehingga terjadi sukacita yang luar biasa seperti yang tertulis dalam kitab Mazmur 84 :2-5 dan seperti perkataan Daud dalam

Mazmur 27:4, “Bahwa satu perkara telah kupohonkan daripada Tuhan, maka itulah yang kucari, yaitu supaya boleh aku duduk dalam rumah Tuhan pada segala hari umur hidupku, akan memandang keindahan Tuhan dan menyelidik dia dalam kaabahNya.”

Kalau kita kembali ke Bait-el maka ada perkara yang harus dikerjakan seperti yang Yakub kerjakan, yaitu :
1. Bergumul
Kejadian 32:26-29, “… tetapi kata Yakub kepadanya: Tiada engkau kulepaskan sebelum engkau memberkati aku.”
2. Membangun
Kejadian 35:1, “… perbuatkanlah disana sebuah mezbah bagi Allah…”
3. Memberikan Sepersepuluhan
Kejadian 28:20-22, “… maka aku akan mem persembahkan kepadaMu dalam sepuluh asa daripada segala sesuatu, yang Engkau karuniakan kepadaku.”

Dan supaya Tuhan berkenan akan pekerjaan Yakub, syarat-syaratnya adalah :
1. Buang segala perkara orang helat.
2. Sucikan dirimu
3. Tukar segala pakaianmu

Dan tatkala Yakub melakukan semuanya itu maka Yakub yang awalnya disebut dengan Penipu akhirnya menjadi Pemenang.

Demikian juga kita harus seperti Yakub menjadi Pemenang dan mendapatkan perjanjian Berkat.

October 19, 2008

Menjadi Elok di Mata Tuhan


Bertumbuh Dalam Yesus

Mazmur 45:12, ”Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!”

Menjadi yang terelok itu adalah kerinduan semua orang karena terelok berarti lebih dari yang terindah dan tercantik. Adapun Tuhan sangat berkenan dengan keelokan gerejaNya, sebagaimana Raja Salomo banyak memuji Sulamit.

Kidung Agung 4:1, ”Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu dibalik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.”

Keelokan yang dinilai oleh Salomo dilihat dari (Kidung Agung4:1-4) :

  1. Mata seperti burung merpati,

Hal yang pertama adalah mata. Mata rohani gereja Tuhan harus selalu memandang betul ke hadapanNya. Amsal 4:25 berkata ”Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka”.

Jadi, pandangan yang tepat yaitu memandang perkara-perkara yang di atas dimana Kristus ada duduknya di sebelah kanan Allah seperti yang dikatakan dalam

Kolose 3:1-3, ”Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang diatas, dimana Kristus ada, duduk disebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang dibumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”

  1. Rambut seperti sekawan kambing di bukit Gilead,

Berikutnya adalah rambut. Rambut berbicara tentang kemuliaan, jangan menjadi seperti Simson yang dengan mudah digoda Delila, hilanglah kemuliaan Allah padanya (Hakim-hakim 16-19). Kehilangan 7 tokong rambut Simson mengakibatkan hilang kuasanya, kedua matanya dicungkil kemudian dirantai dengan tembaga (Tembaga lambang penghukuman). Jangan sampai itu terjadi kepada kita.

  1. Gigi seperti sekawan anak domba yang baru digunting bulunya,

Gigi adalah alat untuk menguyah makanan, kalau gigi rohani kita sehat, kuat maka kita mampu menguyah makanan rohani yang keras sekalipun, karena Titus 1:13 berkata ”Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman,”. Kita harus menjadi dewasa lewat templakan-templakan Firman dan tidak menjadi seperti Jemaat di Korintus. Rasul Paulus berkata ”Susu kuberikan bukannya makanan karena kamu belum tahan sampai sekarang ini kamu belum tahan” (I Korintus 3:1-5). Kalau bayi rohani belum mampu dengan makanan yang keras, demikian juga dengan orang yang sudah lanjut usia, sedangkan Tuhan mau menikah dengan gereja Tuhan yang dewasa rohani demikian seperti yang ditulis dalam Epesus 4:13, ”Sampailah kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,”

  1. Bibir seperti benang kirmizi

Tentang bibir sangat jelas, biarlah kita mengeluarkan perkataan yang menjadi berkat. Kolose 4:6 ”Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu bagaimana harus memberi jawab kepada setiap orang.”

  1. Leher seperti Menara Daud

Yang terakhir adalah leher. Leher adalah penghubung antara kepala dan tubuh, demikian juga antara kita sebagai tubuh rohani harus selalu ada hubungan yang baik dengan kepala yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Kalau hal-hal ini ada pada kita maka kita menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan, elok rohani kita dan pada akhirnya tak bercacat cela.

I Tesalonika 5:23-24, ”Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”


Ayat Kontrol Penglihatan :

Ester 2:12 ”Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap Raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian; enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.”

October 12, 2008

Bertumbuh dalam Kristus


Lukas 2 : 52

“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya, dan dikasihi oleh Allah dan manusia”


Yesus itu adalah Allah. Dia telah ada bahkan sebelum dunia ini ada. Dia panggil kita dengan berbagai cara, ada yang diyakinkan dengan Firman Allah, ada dengan pujian, ada karena sakit, namun prosesnya bermuara pada sebuah pertumbuhan rohani.


Keluaran 23:25, “Tetapi kamu harus beribadah kepada Tuhan Allahmu, maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.”

I Timotius 6:6, “Memang ibadah itu kalau disertai dengan rasa yang cukup, memberi keuntungan yang besar.”


Dengan beribadah maka terjadilah pertumbuhan rohani, kalau rohani bertumbuh otomatis jasmani ikut bertumbuh.

Patokannya adalah Firman Allah

Mazmur 119:105, “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Mengapa Firman bukan karunia?

Karena karunia akan bekerja kalau ada dorongan penyerahan dan ketaatan. Tanpa dorongan karunia tidak akan bekerja, namun Yesus semakin hari semakin besar, semakin berkembang dan hal itu tidak disukai oleh imam-imam, orang parisi dan ahli taurat akhir zaman tidak suka.

Bagaimanapun juga kita harus bertumbuh seperti Yesus. Sekarang dengan apa kita dapat mengukur iman kita, kalau tantangan kecil, kita tergeletak berarti iman masih kecil.

Yesus melayani bukan nanti 3,5 tahun mengerjakan pekerjaan Bapa, tapi sejak usia 12 tahun sudah melayani oleh karena keramaian di Yerusalem akhirnya Yusuf dan Maria terpisah dengan Yesus, demikian juga kita oleh karena hirup-pikuk dunia ini kita terpisah dengan Yesus di Yerusalem, di bukit Sion ada seperti yang dikatakan dalam :

I Korintus 14:26, “… yang seorang bermazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.”

Di Yerusalem kita akan mendapat damai (Yerusalem artinya Kota Damai).

Supaya terjadi pertumbuhan, tinggalah di Yerusalem. Tetap sabar, taat dan hidup dalam pergumulan maka pasti kita akan bertumbuh dan berkembang di dalam Yesus.

Our First Post

Puji Syukur kepada Tuhan yang sudah memberikan hikmat kepada setiap anak-anak Tuhan untuk dapat mengembangkan diri dan berbagi informasi lewat dunia internet.Dengan ini pula, kami hadir untuk berbagi berkat bagi semuanya...
Akhirnya, biarlah kita semua menjadi berkat dan
Immanuel Tuhan Beserta Kita